Cementoma


Rontgent CementomaMerupakan  suatu    lesi  fibro-osseous  yang  berasal  dari  sel-sel  odontogenik  ligamen periodontal,  dan  merupakan  keadaan  patologik  non  inflamatori  yang  sering  ditemui  pada  rahang.

Lesi khas terjadi dengan frekuensi sembilan kali lebih  besar  pada  wanita  daripada  pria,  dan  umumnya  hampir  tiga  kali  lebih  besar  pada  kulit  gelap. Etiologi dan patogenesis dari periapikal cemental dysplasia ini masih belum diketahui. Di sisi lain, bukti klinis dan histologis menunjukkan kondisi ini berasal dari ligamen periodontal. Periapikal cemento-osseous displasia menunjukkan kecenderungan untuk wanita melanoderm, pada pertengahan usia (40-50 kisaran usia) dan jarang di bawah usia 20 tahun.

Baca lebih lanjut

Odontectomy


Odontectomy yang istilah kerennya surgical extraction adalah metode pencabutan open method melalui pengambilan gigi dari soketnya setelah pembuatan flap dan mengurangi sebagian tulang yang mengelilingi gigi tersebut.
Indikasi Dari Odontectomy
  • Kegagalan Pencabutan Dengan Tang.
  • Adaptasi tang yang tidak tepat/gagal (mahkota/akar rusak atau malposisi).
  • Mahkota fraktur.
  • Tidak berhasil mengekspansi alveolus.

Kemungkinan Terjadinya Fraktur Akar

  • Akar yang panjang dan kecil.
  • Akar yang mengalami dilaserasi.
  • Gigi yang dirawat endodontic (getas).
  • Tulang pendukung yang padat.
  • Celah ligament periodontal yang sempit. Baca lebih lanjut

Musyawarah Nasional Ke XII PSMKGI


Musyawarah Nasional Ke XII PSMKGI atau yang biasa disebut MUNAS XII PSMKGI merupakan program terakhir masa kepengurusan Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI) dimana dalam acara tersebut akan dibacakan laporan pertanggungjawaban dari Sekretaris Jendral PSMKGI periode 2010 – 2012. Dalam MUN AS PSMKGI juga akan dilakukan pemilihan Sekretaris Jendral yang akan mengarahkan PSMKGI dalam masa dua tahun ke depan.

MUNAS XII PSMKGI akan dilaksanakan oleh BEM FKG UNMAS Denpasar dimana lokasi dari MUNAS XII PSMKGI akan berada terpusat di Nirmala Hotel and Convention Centre Denpasar Bali. Adapun MUNAS XII sendiri akan diselenggarakan mulai dari Hari Rabu, 10 Oktober 2012 sampai Minggu 14 Oktober 2012.

MUNAS XII yang berisi acara sidang, seminar ilmiah kedokteran gigi, gala dinner, serta jalan-jalan di destinasi wisata Propinsi Bali akan diramaikan oleh Anggota dari PSMKGI yang terdiri dari perwakilan 26 Intitusi Pendidikan Kedokteran Gigi di Indonesia. Baca lebih lanjut

Fluorosis Gigi


Fluorosis dapat terjadi pada gigi dan tulang. Fluorosis gigi adalah salah satu gejala yang muncul apabila seseorang mendapat asupan fluor secara berlebih. Fluorosis gigi merupakan indikasi yang jelas dari kelebihan fluor pada masa kanak – kanak ketika mineralisasi sedag berlangsung dan efek ini tidak tampak jika kelebihan fluor terjadi ketika gigi sudah tumbuh sepenuhnya. Fluorosis gigi dapat kita definisikan sebagai kerusakan enamel secara kualitatif yang merupakan hasil dari peningkatan konsentrasi fluor di sekitar ameloblast selama pembentukan enamel gigi. Fluorosis gigi dapat menyebabkan perubahan warna gigi menjadi tidak putih lagi sebagaimana gigi yang sehat, akan tetapi menjadi pucat dan buram. Pada fluorosis yang lebih berat, selain warnanya lebih gelap, enamel gigi menjadi rapuh. Fluorosis gigi disebut juga dengan  mottled enamel.

Baca lebih lanjut

Gigi Tiruan Pada Anak


Dewasa ini gigi tiruan (baca : gigi palsu) sangat identik dengan orang tua (baca : kakek dan nenek) yang sudah lama kehilangan fungsi kunyah dan ingin memiliki gigi yang normal. Gigi tiruan merupakan alat yang digunakan untuk menggantikan fungsi gigi asli yang hilang. Pada anak-anak jenis-jenis kehilangan gigi sulung antara lain disebabkan oleh trauma, karies dan kongenital.

Baca lebih lanjut

Oroantral Fistula


Oroantral fistula adalah lubang antara prosesus alveolaris dan sinus maksilaris yang tidak mengalami penutupan dan mengalami epitelisasi. Oroantral fistula dapat disebabkan oleh beberapa faktor: pertama, pencabutan gigi posterior rahang atas terutama pada molar pertama, molar kedua, dan premolar kedua dimana akarnya dekat dengan antrum, kedua: kecelakaan penggunaan alat seperti penggunaan elevator dengan tekanan yang berlebihan kearah superior dalam tindakan pengambilan fragmen atau ujung akar molar atau premolar, pemasangan gigi tiruan implan yang tidak benar dan pengunaan kuret yang tidak benar sehingga menyebabkan terjadinya penembusan lapisan epitel yang tipis dari sinus maksilaris, ketiga: bentuk dinding dasar antrum yang berlekuk mengikuti kontur akar gigi sehingga tulang dasar antrum menjadi menipis, ke empat: adanya jaringan patologis pada ujung akar gigi seperti kista radikuler, granuloma periapikal, dan adanya suatu neoplasia.

Baca lebih lanjut