Nasibmu Wahai Dokter Gigi


Doter gigi ? Itulah sebuah profesi yang banyak membantu umat manusia tapi masih dianggap profesi kesehatan (baca : dokter) kelas dua di Indonesia. Masuk untuk kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi juga masih merupakan jalur alternatif bagi sebagian besar Mahasiswa yang tidak lolos untuk seleksi masuk di Kedokteran Umum. Lulusan dokter gigi masih dianggap lulusan dokter yang kurang ahli bagi sebagian besar masyarakat Indonesia terutama masyarakat di daerah pedesaan karena sedikit sekali mengerti perawatan medis umum dan tahunya cuma perawatan gigi saja. “Mending jadi perawat gigi aja bisa membantu perawatan gigi di puskesmas bahkan bisa menggantikan dokter gigi untuk praktek”, katanya sih begitu.

Dengan perkembangan dan kesadaran masyarakat di Indonesia akan kesehatan gigi dan mulut keadaan ini justru sangat menguntungkan bagi dokter gigi karena masyarakat awam menganggap dokter gigi adalah adalah dokter spesialis yang dapat mengobati masalah gigi. Akhirnya ada juga satu nilai lebih dokter gigi di mata masyarakat.

Dengan semakin banyaknya pendidikan dokter gigi spesialis, dokter gigi sekarang semakin jauh dari masyarakat terutama menjauh dari masyarakat dengan kantong yang bisa dikatakan pas-pasan. Dokter gigi sekarang lebih berorientasi di Kota-kota besar bagi kaum-kaum berduit, dan perawatan ke dokter gigi sudah dianggap “MAHAL” bagi sebagian masyarakat Indonesia yang taraf ekonominya menengah ke bawah. Hal inilah yang menjadi dasar tukang gigi untuk membuka praktek dengan sasaran masyarakat menengah ke bawah yang secara ekonomi dan edukasi tidak mampu untuk berobat ke dokter gigi.

Menurut saya sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi, dokter gigi adalah suatu profesi yang bisa dikatakan “ELIT” dan memiliki nilai lebih dibandingkan profesi kesehatan yang lainnya. Dengan adanya dokter gigi masyarakat bisa menjadi bangga tersenyum lebar karena susunan giginya teratur, tidak terdapat kotoran pada giginya, tidak terdapat lubang lagi pada giginya, giginya bisa dibuat menjadi putih, tidak ada bau mulut dan merasa lebih bangga untuk berinteraksi dengan individu lainnya. Dokter gigi juga dapat membuat pekerjaan masyarakat yang sedang sakit gigi menjadi tidak terhambat lagi, karena seperti yang kita ketahui apabila sakit gigi maka rasanya akan sangat sakit sekali dan dapat menghambat segala aktivitas yang kita kerjakan. Selain ilustrasi di atas masih banyak lagi kebaikan-kebaikann yang dapat dikalukan oleh dokter gigi.

Sekarang yang menjadi problema adalah munculnya “TUKANG GIGI” dimana mereka tidak memiliki kompetensi yang cukup untuk merawat gigi masyarakat sehingga masyarakat bukannya mendapat kesembuhan dari perawatan namun mendapat banyak masalah kesehatan gigi dan mulut pasca perawatan di tukang gigi. Contohnya saja seorang pasien yang berharap merapikan giginya dengan memakai kawat gigi dan datang ke tukang gigi, karena tukang gigi tidak memiliki kompetensi yang cukup untuk perawatan tersebut maka setelah perawatan akan muncul masalah baru yakni gigi akan menjadi goyang, terdapat banyak karies pada gigi bahkan yang paling parah dapat menyebabkan perubahan bentuk rahang dari pasien tersebut menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Selain ilustrasi di atas masih banyak lagi kasus-kasus yang merugikan masyarakat yang disebabkan oleh tukang gigi.

Dengan adanya hal tersebut dapat berimbas bagi dokter gigi dimana kepercayaan masyarakat akan perawatan gigi sudah mulai luntur dan masyarakat menjadi takut apabila akan merawat gigi mereka. Dan hal ini tentu saja mengancam profesi doktter gigi yang sudah dianggap “ELIT” bagi sebagian masyarakat. Dokter gigi dilarang mempromosikan diri di media massa, sedangkan iklan promosi tukang gigi menjamur di iklan-iklan baris pada media massa, hal ini menjadi dilema tersendiri bagi dokter gigi yang disatu sisi ingin memberikan jaminan kesehatan gigi yang layak kepada masyarakat namun harus bersaing dengan tukang gigi yang secara kompetensi jauh dibawah mereka namun lebih populer di kalangan masyarakat.

Sebagai pemegang kebijakan seharusnya pemerintah dalam hal ini Kementrian Kesehatan serta PDGI (Persatuan Doktter Gigi Indonesia) harusnya memiliki langkah yang cepat, tanggap dan nyata dalam memberantas para tukang gigi di Indonesia. Pihak yang berwenang dalam hal ini seharusnya tidak berjuang untuk kepentingan pribadi dan kelompok dan harus mulai berpikir “bagaimana seharusnya bukannya bagaimana enaknya”.

Semoga para dokter gigi masih diberikan kesabaran dan harus merasa bangga sebagai dokter gigi. Dan sebagai Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi yang kelak akan berkecimpung dalam dunia pergigian harus merasa bangga akan profesi dokter gigi yang merupakan salah satu profesi “ELIT” di dunia.

I Wayan Agus Wirya Pratama
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar
https://dentistrymolar.wordpress.com
About these ads

19 gagasan untuk “Nasibmu Wahai Dokter Gigi

  1. I enjoy your blog :). So dokter gigi can’t promote their practice the same as tukang gigi? That’s not fair!

  2. Nice words. But, dokter gigi harus ingat, bahwa Tuhan lah yg terpenting dlm hidup ini. Hiduplah dlm kebenaran dan kekudusan hidup. Sehingga kita bisa memberkati orang lain. Gbu

    • Sebenarnya kalau dibilang ribet itu relatif tergantung dari pribadi masing-masing yang menilai, namun tidak bisa dipungkiri untuk kuliah di kedokteran diperlukan perngorbanan yg sedikit lebih banyak dari kuliah kedokteran umum. Mulai dari pengorbanan segi finansial karena alat2 kedokteran gigi tidak bisa dibilang murah harganya, kemudian waktu karena saat ko-ass kita mencari sendiri pasien yang akan ditangani dan masih banyak lagi.

      Tapi ada rasa kepuasan tersendiri apabila kita sudah memasuki dunia pergigian.

  3. Dokter gigi umum boleh tidak Pasang alat ortho cekat/behel?
    Dokter gigi umum yang sudah mendapat pendidikan dan pelatihan pemasangan ortho cekat oleh Dokter gigi spesialis orthodontia ( ada setifikat ) apa boleh pasang alat ortho cekat?
    Dokter gigi spesialis ortho begitu kejamnya mengatakan bahwa ortho cekat yang dipasang dokter gigi umum adalah ilegal, bahkan suami dokter gigi sp orth (dia bukan drg) mencerca dokter gigi umum juga, lalu apa gunanya Dokter gigi spesialis ortho menmokter gigi umum?

    • Kalau berdasarkan sumber dari Ikorti dok pada saat BOCE di Bali, sebenarnya ikorti juga dilema dengan kasus pemasangan braket ini, kalo yang boleh masang bracket cuma Sp.Ort dan Ikorti masih bersikukuh dengan pendirian ini maka dampaknya Sp.Ort juga tidak boleh melakukan perawatan yang lain selain Ortho, nah dsini letak permasalahannya px ortho tdk sebanyak px umum perawatan lain seperti tumpat, cabut dll. Karena itu sekarang masih dirumuskan aturan bahwa General Praction boleh memasang bracket namun dengan kasus yang ringan, bila kasusnya berat berilah kepada yang memang ahli dibidangnya. (Walaupun memang sebagian besar dilapangan berbeda dok)

  4. Di Kal-Sel hanya ada satu Dokter gigi Sp ortho. kalau semua pasien yang mau pasang alat ortho cekat dirujuk ke drg sp ortho apa dia mampu melayani? ingat sehari hanya 24 jam. Mohon Dokter gigi spesialis ortho memberi jawaban pertanyaan kami. Apakah kami dokter gigi umum yang sudah mendapat pendidikan dan pelatihan pasang alat ortho cekat dari Dokter gigi Sp ortho boleh pasang alat ortho cekat dengan kelainan ringan/ maloklusi,malposisi dental? Terima kasih atas penjelasannya.

      • sebenarnya bukan untukpara dokter gigi saja. dilapangan,kamisangat ingin memberikan pelayanan yg terjangkau bagi masyarakat. tapi hal tersebutmenjadi sangat tidak mungkin jika bahan dan peralatan yang dipakai dalmpraktekhampir 98% impor. bahan buatanlokal satu dua sudah mulaibermuunculan,tp dgn kualitas yg sangat buruk. negara kitakaya,kitapunya dokter2 gigi dgn jam terbang menaganani tindakanpasien yg tinggi, lbh ber sklill dr pd doktergigi lulusanluar negri, tp apa daya,obat danperalatanmasih impor… ada st matarantai yang hilang…obat dan perlatan mash jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan gigi yg murah, jk dibanding dengan dokter umum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s